Mamaku pintar sekali. Dia guru pertamaku didunia ini. Dari aku kecil, aku selalu pengen pintar kayak mama. Mamaku dulunya seorang guru Bahasa Indonesia, ngajar di SMP. Waktu aku masih SD, mama sering bawa pulang buku buku baru dari pustaka SMP tempat dia mengajar. Yang paling aku ingat adalah buku cerita yang judulnya “ Di Pelosok Pelosok Balkan”. Salah satu dari banyak buku yang menginspirasi aku untuk terus membaca, bahkan mungkin buku inilah awal dari cita citaku untuk keliling dunia.
Mamaku juga sangat suka isi buku teka teki silang (TTS). Dulu, setiap hari setelah pulang mengajar, dia beristirahat ditempat tidur sambil isi buku TTS. Aku yang juga ikut berbaring disampingnya suka ikut ikutan mikir jawaban TTS itu, hehehehehe. Kadang aku malah baca baca buku TTS yang udah penuh diisi mama dan aku belajar dari sana. Sampe aku hapal pertanyaan dan jawabannya. Sampe akhirnya aku bisa isi TTS sendiri tanpa bantuan mama. Walaupun belom bisa isi penuh, hehehe. Tapi aku bangga banget bisa kayak mama.
Dari buku TTS juga aku mengenal kata kata pertamaku dalam bahasa Inggris. Jadi sejak kecil aku memang udah bercita cita bisa berbahasa Inggris. Kayaknya keren banget gitu kalo bisa cuap cuap dalam bahasa Inggris. Ternyata ga cuma keren efeknya, tapi juga berguna banget untuk banyak hal. Syukur puji Tuhan, aku sudah puas untuk pencapaian berbahasa Inggris.
Mamaku dulu juga suka menyanyi. Seingatku, suara mama lumayan bagus. Dia suka nyanyiin lagu jadul kaya lagunya Dian Pishesa, Pance Pondaag, Christine Panjaitan. Yang gitu gitu deh, sejamannya dia. Sambil masak, sambil beres beres rumah juga. Seneng deh dengar suara mama nyanyi. Mama terdengar dan terlihat ceria.
Mamaku modis banget lho waktu masih muda. Dia pergi ngajar dengan setelan rok selutut dan lengan pendek. Dengan alis melengkung dan lipstick merah menyala, mamaku emang keren banget deh! Tapi aku ga pernah suka kalo rambutnya yang lurus dikeritingin untuk efek lebih bervolume. Rambutnya jadi keriting dan pendek dan aku benciiiiiiiiiii banget! Biasanya begitu liat mama turun dari becak dengan rambut baru dikeritingin kayak gitu, aku nangis menjerit jerit dilantai suruh lurusin rambutnya lagi. Haaaaaaaaaaaa!
Di masa masa sulitnya, mama selalu berusaha tegar. Mama bahkan membiarkan hal hal yang nggak menyenangkan terjadi padanya sampe sampe aku yang jadi marah sama yang bikin mama ga bahagia. Satu kali aku ingat, aku liat mama menangis dikamar tidurnya. Aku langsung tau kenapa dan aku langsung ikutan nangis dengan mama. Salah satu masa masa tersulit dalam hidupnya.
Beberapa kejadian yang nggak menyenangkan yang dialami mama, kuakui memang mempengaruhi caraku memandang dan menjalani hidup sekarang. Atas segala kesedihan masa lalu itu, aku bersyukur karena aku telah bisa mempelajari banyak hal bahkan ketika aku masih kecil sekali. Pikiran masa kecilku merekam semua kejadian dengan jelas dan aku bersyukur sekarang bisa menjadikannya pelajaran untuk hidupku.
Aku sayang mama. Mama yang pelindung dan penyayang. Mama yang kasihnya menenangkan. Mama yang akan selalu melakukan apapun demi anak anaknya tercinta. Aku sayang mama. Selalu, sepanjang masaku. Aku ga mau mama terluka dan nggak bahagia.
Semakin hari doaku semakin panjang untuk mama. Untuk kesehatannya, untuk ketentraman hati dan pikirannya, untuk kesejahteraannya, dan untuk mimpi mimpinya yang pernah ada agar segera bisa terwujudkan. Semoga pengorbanannya yang besar segera terbalaskan. Tuhan, kembalikanlah keceriaan mamaku. Kembalikanlah semangatnya seperti dulu. Tuhan, berilah yang terbaik untuk mamaku selalu. Amen.
Jakarta, 1st November 2012
I love you Mama!
